Metode Belajar Kelompok Tingkatkan Prestasi Siswa - SMP N 1 Trangkil

Sabtu, 20 Agustus 2022

Metode Belajar Kelompok Tingkatkan Prestasi Siswa

smpn1trangkil.sch.go.id - Kerja kelompok merupakan cara belajar bersama sama yang memungkinkan antara siswa saling mengisi, bertukar pendapat dan bertukar pengalaman dalam pemecahan masalah. Adapun pengertian kerja kelompok dapat diartikan sebagai cara yang digunakan oleh dua orang atau lebih dalam mencari atau meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap atau kemampuan pada umumnya yang dilakukan secara logis dan sistematis di dalam dan melalui kegiatan kelompok (Kementrian,KBBI,1990:9)

Kerja kelompok merupakan suatu metode mengajar dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mereka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas tertentu dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru. Dengan adanya kerja kelompok siswa lebih aktif dan antusias dalam memunculkan ide idenya atau gagasannya dalam memecahkan masalah secara bersama sama. Manfaat kerja kelompok itu sendiri memotivasi siswa ke arah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok siswa dapat menerapkan teori di sekolah dalam praktek hidup sehari-hari. Di samping itu dapat mengembangkan pemikirannya dan ide-idenya dengan melakukan kerja kelompok, member pengalaman pada siswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership seperti membuat rencana sebelum melakukan suatu pekerjaan, memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dan dapat mengumpulkan bahan-bahan informasi atau data-data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek suatu masalah dalam suatu waktu yang relatif singkat. 

Prestasi yang dimaksud di sini adalah prestasi belajar yang merupakan hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan dan sebagainya. Prestasi dalam bidang akademik berarti hasil yang diperoleh dari kegiatan di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui sebuah pengukuran atau evaluasi. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat diklasifikasi menjadi 2 faktor (Blogspot.Suryabrat,2012:4) 1. Faktor internal, faktor yang berasal dari diri individu yang meliputi faktor fisiologi dan faktor psikologis. 2 faktor external, faktor yang berasal dari luar diri individu yang meliputi faktor social dan non social. Faktor sosiologis berasal dari keadaan jasmani diri individu itu sendiri biasanya berhubungan erat dengan fungsi-fungsi fisik misalnya kesehatan panca indra dan lain-lain.  

Kata prestasi belajar terdiri dari dua yaitu prestasi dan belajar. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud prestasi adalah hasil yang telah dicapai di dalam, dilakukan, dikerjakan dan sebagainya. Adapun belajar dalam KBBI yaitu berusaha, berlatih untuk mencapai pengetahuan (Desy Anwar Kamus Lengkap Bahasa Indonesia 2003:331). Belajar suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperolah suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slamento 2003:2).


Dengan demikian dapat dipahami kata prestasi dan belajar. Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas sedangkan belajar pada dasarnya adalah suatu proses yang mengakibatkan perubahan dari diri individu yakni perubahan tingkah laku. Dengan demikian dapat diambil pengertian yang cukup sederhana mengenai hal ini. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dan aktivitas dalam belajar. 

Dengan metode belajar kelompok mampu menjadi wadah bersosialisasi bagi siswa saat berkelompok, siswa dapat melatih diri untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dengan baik di depan teman-temannya. Siswa juga bisa belajar mengenal sifat-sifat teman sekelompok yang mungkin tidak sama dengan sifatnya, sehingga menjadikan siswa lebih berprestasi.

Karya: Pak Rujito, Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Trangkil 

Bagikan artikel ini

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :