Peran Orang Tua Terhadap Prestasi Siswa - SMP N 1 Trangkil

Selasa, 02 Agustus 2022

Peran Orang Tua Terhadap Prestasi Siswa

Peran Orang Tua Terhadap Prestasi Siswa

Karya: Bapak Rujito, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Trangkil

smpn1trangkil.sch.id - Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seseorang anak untuk mendapatkan suatu pendidikan. Pendidikan dalam keluarga memberikan pengaruh kuat terhadap pembentukan pondasi anak dan kepribadian anak. Pendidikan keluarga dipengaruhi oleh sikap para pendidiknya terutama orang tua (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:854). Dalam hal ini orang tua merupakan sosok panutan penting bagi setiap keberhasilan pendidikan bagi anak-anaknya untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik. Namun, melihat realita yang ada banyak dari orang tua yang tidak sadar akan tanggung jawab pada dunia pendidikan anaknya. Mereka lebih banyak larut dalam aktivitas dan rutinitas yang dimiliki, seolah menganggap bahwa pihak sekolah menjadi satu-satunya faktor yang menentukan prestasi anak-anaknya tanpa menganggap bahwa mereka juga punya tanggung jawab di dalam pendidikan anak-anaknya. Padahal orang tua mempunyai peran lebih besar dalam memberikan suatu pendidikan bagi anak-anaknya. 

 Orang tua adalah ayah dan ibu kandung (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990:629)  Peran orang tua dalam pendidikan sebagai berikut : setelah sebuah keluarga terbentuk anggota keluarga yang ada di dalamnya memiliki tugas masing-masing, suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilah yang disebut fungsi keluarga (Hendi Suhendi dan Wahyu,Ramdani 2001:53). Jadi fungsi orang tua adalah suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan di dalam atau di luar keluarga. Fungsi disini mengacu peran orang tua untuk mengetahui dan mewujudkan kewajibannya. Peran orang tua disini yaitu ayah dan ibu sangat berperan penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing secara sadar dapat mendidik anak-anaknya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 


Orang tua harus mengerti cara belajar yang paling cocok untuk anak mereka. Ada baiknya orang tua menyesuaikan keinginan mereka sesuai kemampuan anak. Cara berkomunikasi, baik dengan kata-kata maupun perbuatan orang tua menentukan apakah si anak berhasil atau gagal anak dapat bertumpu saat orang tua menunjukkan keyakinan bahwa si anak mampu, ciptakan suasana dimana anak merasa diterima, dihargai dan disayangi oleh orang tuanya. 


Kata prestasi belajar terdiri dari dua yaitu prestasi dan belajar. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud prestasi adalah hasil yang telah dicapai di dalam, dilakukan, dikerjakan dan sebagainya (Desy Anwar Kamus Lengkap Bahasa Indonesia 2003:330) Adapun belajar dalam KBBI yaitu berusaha, berlatih untuk mencapai pengetahuan (Desy Anwar Kamus Lengkap Bahasa Indonesia 2003:331). Belajar suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperolah suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slamento 2003:2).


Setelah menjelaskan uraian diatas maka dapat dipahami kata prestasi dan belajar. Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas sedangkan belajar pada dasarnya adalah suatu proses yang mengakibatkan perubahan dari diri individu yakni perubahan tingkah laku. Dengan demikian dapat diambil pengertian yang cukup sederhana mengenai hal ini. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dan aktivitas dalam belajar. 

Untuk itu selaku orang tua harus dapat menjadi figure yang patut ditiru oleh anak-anaknya atau menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ayah dan ibu sebagai pendidik bertugas untuk terus menerus mendidik dan berupaya meneladani perilaku yang baik dalam menjalankan tugasnya. Upaya-upaya tersebut akan mengarah anak dan seluruh keluarga menyadari tujuan hidupnya.

Bagikan artikel ini

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :