Melihat Penerapan Downcycling dan Upcycling di SMP N 1 Trangkil Pati - SMP N 1 Trangkil

Selasa, 06 Juni 2023

Melihat Penerapan Downcycling dan Upcycling di SMP N 1 Trangkil Pati

 


smpn1trangkil.sch.id - Bicara sampah, dan upaya penanganannya kita mengenal istilah 3 R, Reuse - Reduce - Recycle. Secara sederhana arti dari masing-masing istilah tersebut adalah:

- Reuse: menggunakan kembali 
- Reduce: mengurangi penggunaan
- Recycle: mendaur ulang

Belakangan muncul sebuah teori menarik yang digagas oleh seorang insinyur Jerman, Reiner Pilz yaitu tentang penjabaran Recycling menjadi Downcycling dan Upcycling.

Antara downycling dan upcycling ini keduanya bagus sebagai upaya mengurangi permaslahan sampah dan limbah. Tapi ada yang menarik dari konsep keduanya.

Downcycling identik dengan penurunan nilai produk, contoh sederhana adalah pada pengolahan limbah plastik. Botol plastik dan sejenisnya dikumpulkan, kemudian dihancurkan menjadi ukuran lebih kecil untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan pembuatan plastik lagi secara nilai berkurang.

Upcycling lebih punya makna yang positif, secara sederhana ia bermakna menaikan nilai tambah atau value baik estetik maupun ekonomis.

Sama-sama sampah botol plastik, jika pada downcycling dijadikan bijih plastik pada konsep upcycling bisa dijadikan kerajinan lampu hias misalnya.

Konsep Downcycling dan Upcycling ini telah coba diterapkan di lingkungan SMP N 1 Trangkil Pati dalam upaya menjadi sekolah Adiwiyata Seutuhnya, apa saja? yuk kita lihat lebih dekat.

1. Downcycling di SMP N 1 Trangkil dilakukan dengan membuat Ecobrick, Ecobrick adalah botol plastik yang dikemas padat dengan plastik bekas untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali yang mencapai penyerapan plastik. Ecobrick dapat digunakan untuk memproduksi berbagai barang, termasuk furnitur, dinding taman, dan struktur lainnya.

Di SMP N 1 Trangkil, Ecobrick dimanfaatkan untuk membuat logo tulisan SMP di halaman depan, kursi dan meja di ruang aula dan tamu.


2. Upcycling di SMP N 1 Trangkil dilakukan dengan membuat aneka kerajinan yang memanfaatkan limbah plastik kresek menjadi buka, vas bunga dan hiasan meja lainnya. Selain itu juga penggunaan plakat kelulusan berbahan perca kayu mebel untuk menaikkan nilai tambahnya.

Bagaimana sobat Spensatra menarik kan? kalau di sekolah kalian sudahkan menerapkan konsep Upcycling dan Downcycling? share di kolom komentar ya.


Bagikan artikel ini

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :